Here’s the winner of the 2026 Inside Literary Prize.

Inilah Pemenang Hadiah Sastra Inside 2026

Rizky Pratama on 23 Agustus 2026

Hari ini, Inside Literary Prize, satu-satunya penghargaan sastra di Amerika Serikat yang dinilai oleh pembaca yang sedang dipenjara, mengumumkan pemenang edisi 2026: The Book Censor’s Library, karya Bothayna Al-Essa, diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ranya Abdelrahman dan Sawad Hussain.

Inside Literary Prize, yang didirikan pada 2023 oleh Freedom Reads, National Book Foundation, Center for Justice Innovation, dan Lori Feathers, pemilik bersama Interabang Books, «merayakan kekuatan sastra dengan memperbesar wawasan, kemanusiaan, dan suara pembaca yang hidup dalam penahanan penjara.»

Setiap tahun, penghargaan ini menyusun daftar pendek buku-buku yang sebelumnya telah dihormati oleh National Book Foundation, dan mengirimkannya ke penjara-penjara di seluruh negeri. Tahun ini, hampir 200 hakim yang terpenjara mempertimbangkan lima finalis National Book Award 2024 dalam Fiksi dan Sastra Terjemahan, dan memilih The Book Censor’s Library sebagai pemenang. (Finalis lainnya adalah Ædnan karya Linnea Axelsson yang diterjemahkan oleh Saskia Vogel, All Fours karya Miranda July, Martyr! karya Kaveh Akbar, dan My Friends karya Hisham Matar.)

“Saya pikir The Book Censor’s Library adalah apa yang paling dibutuhkan dunia sekarang,” kata Kyra L., seorang hakim di Washington Corrections Center for Women, dalam pernyataan. “Tanpa inti sastra, semua suara hilang. Jika kita tidak melindungi hak kita untuk memilih apa yang penting, sejarah akan ditulis ulang. Tak satu pun kekuatan tunggal seharusnya berkuasa memilih. Pertukaran budaya, perspektif, dan pembinaan ide-ide akan semuanya terhambat tanpa akses penuh terhadap sastra.”

“Buku-buku memiliki kekuatan untuk menghubungkan kita meskipun ada tembok dan situasi yang berbeda,” tambah Reginald Dwayne Betts, Pendiri dan CEO Freedom Reads. “Inside Literary Prize membawa pembaca yang terpenjara ke dalam inti percakapan sastra kita, mengingatkan kita bahwa ketika kita memasukkan lebih banyak suara dalam percakapan tentang buku-buku hebat, kita mengingatkan diri kita tentang tujuan sastra dan kemampuannya untuk membawa transformasi dan harapan ke dalam kehidupan orang.”

Rizky Pratama
Rizky Pratama
Nama saya Rizky Pratama, penulis dan pembaca setia yang tumbuh bersama buku sejak kecil. Saya percaya bahwa setiap cerita memiliki kekuatan untuk membuka wawasan baru dan menginspirasi hidup. Di Shinigami, saya menulis ulasan dan esai sastra untuk berbagi kecintaan saya pada dunia kata-kata.