Anjet Daanje’s The Song of Stork and Dromedary, Joby Warrick’s The Jackal, and Dorthe Nors’ Range all feature among the best reviewed books of the week.
Brought to you by Book Marks, Lit Hub’s home for book reviews.
*
Fiksi

1. The Song of Stork and Dromedary oleh Anjet Daanje
(FSG)
4 Ulasan Menggembirakan • 1 Positif
“Variasi-variasi Daanje tidak pernah menjadi skematis atau dapat diprediksi. Panjangnya novel ini memang menakutkan, tetapi tulisannya cepat dan penuh peristiwa, sering diungkapkan dalam kalimat-kalimat yang mengalir tanpa henti. Pembaca melanjutkan ke terjemahan luar biasa karya Mr. McKay seolah-olah didorong oleh angin pegunungan yang ganas. Dalam narasi buku ini, visi imajinatif saudari Drayden sangat kuat sehingga membentuk kembali cara orang mengalami realitas. Pembaca pun akan menyelesaikan novel yang luas dan penuh kehidupan ini dengan perasaan dunia yang telah berubah.”
–Sam Sacks (The Wall Street Journal)

2. The Maltese Version oleh Katy Simpson Smith
(FSG)
3 Ulasan Menggembirakan • 2 Positif
Read an excerpt from The Maltese Version here
“Filsafat dan menggelitik secara tak terduga … Permukaan The Maltese Version yang ringan seperti meringue, yang sejauh ini telah menampilkan dirinya sebagai petualangan tentang dua teman perempuan yang berusaha bertahan di industri panduan perjalanan yang sekarat, mungkin menyembunyikan kedalaman yang tak terduga … Smith adalah penulis yang observan dan terampil … Suatu eksplorasi baja terhadap bentuk novel dan apa yang dapat dan tidak dapat diungkap oleh bentuk tersebut. Ini adalah buku yang—karena keasliannya dan banyak kelicikan bahasa yang dimilikinya—dapat memperbarui keyakinan kita pada kegembiraan bermain dan kapasitas kritis fiksi.”
–Lucy Ives (The New York Times Book Review)

3. The Book of Chuck oleh Latoya Watkins
(Tiny Reparations Books)
4 Ulasan Menggembirakan
“Lirikal … Terasa seperti alegori puitik untuk trauma generasi dan penyembuhan generasi … Kita mungkin merindukan penerimaan orang lain sambil tidak cukup menghormati diri kita sendiri. Kisah keluarga Chuck yang bermasalah menunjukkan masih ada ruang bagi harga diri itu untuk tumbuh.”
–Charmaine Wilkerson (The New York Times Book Review)

4. Range oleh Dorthe Nors
(Graywolf)
2 Ulasan Menggembirakan • 3 Positif
Read an excerpt from Range here
“Di era ketika semua bahasa tunduk pada perataan algoritmik tanpa henti, ketika buku-buku sering dihargai karena pemahaman yang mudah dan sentimen yang hambar, Range adalah perayaan pembangkangan terhadap keunikan, dan misteri, kemanusiaan. Kita membutuhkan lebih banyak fiksi seperti karya Nors. Biarkan anak-anak aneh datang.”
–Charlotte Wood (The New York Times Book Review)

5. Unprecedented Times oleh Malavika Kannan
(Henry Holt)
2 Ulasan Menggembirakan • 1 Positif
Read an excerpt from Unprecedented Times here
“Hubungan Rishi dengan ibunya dan bagaimana hubungan itu berkembang sepanjang novel adalah salah satu bagian yang paling menyentuh dari buku ini … Kehebatan mengagumkan lainnya dari Unprecedented Times: kemampuan Kannan untuk mengelola begitu banyak karakter sambil mengembangkannya semuanya cukup agar terasa hidup dan nyata … Akhir cerita ini tetap membekas dalam pikiranku lama setelah halaman terakhir. Kisahnya menarik karena kontradiksinya dan bagaimana kita menyaksikan mereka berkembang sepanjang novel.”
–Mia Arias Tsang (Autostraddle)
**
Nonfiksi

1. Togetherness: Symbiosis and the Hidden Story of Life’s Greatest Collaborations oleh Rowan Hooper
(Knopf)
3 Ulasan Menggembirakan • 1 Positif • 2 Campuran
“Not an attempt to make evolution cuddlier and more palatable; rather, it is a corrective deeply informed by what we have learned since Darwin about how nature works. Written with immense charm and passion, and packed with eye-popping facts, it is also a paean to the wonders of nature and the value and urgency of preserving them.”
–Philip Ball (The Guardian)

2. The Jackal: The Rise and Fall of Carlos, the World’s First Super-Terrorist oleh Joby Warrick
(Scribner)
3 Rave • 1 Positive
“Berotoritas dan sangat mudah dibaca … Warrick mengakui banyak pendahulunya. Ia secara meyakinkan mencatat, meskipun melewati klise, bahwa informasi baru telah terungkap.”
–Dwight Garner (The New York Times)

3. The Nerd Reich: Silicon Valley Fascism and the War on Democracy oleh Gil Durán
(Avid Reader Press)
2 Rave • 2 Positive
“Stunning … Gloriously titled … Thoughtful, well researched and a vigorous call to act before our collective humanity is sacrificed to increasing the vast wealth of tech millionaires and billionaires.”
–Karlin Lillington (The Irish Times)

4. Finding Renée Richards: The Groundbreaking Story of Tennis’s Trans Pioneer oleh Julie Kliegman
(HarperOne)
2 Rave • 1 Positive • 1 Mixed
“Kliegman adalah pewawancara yang penuh pengertian dan bijaksana, dan percakapan mereka dengan Richards sangat mencerahkan. Richards mungkin orang yang rumit, tetapi kontribusinya untuk kemajuan hak transgender tidak bisa diremehkan. Jangan lewatkan.”
–Stephanie Howes (Booklist)

5. The Next Journalism: How the Press Must Change to Serve Democracy oleh Tom Rosenstiel
(Crown)
1 Positif • 2 Mixed
“Although its focus is clearly aimed at serious students of journalism and industry professionals, Rosenstiel’s thoughtful analysis will resonate with anyone concerned with the future of the press.”
–Carol Haggas (Booklist)