Setiap pahlawan harus memulai dari suatu tempat. Kisah asal-usul adalah lebih dari sekadar kilas balik tentang bagaimana seorang pahlawan memulai perjuangannya melawan ketidakadilan. Dalam banyak hal, mereka adalah bentuk seni dan subgenre mereka sendiri. Kisah asal-usul yang buruk bisa menyelesaikan tugasnya, tetapi kisah asal-usul yang baik bisa memberitahukan segalanya tentang bagaimana seorang pahlawan beroperasi dan apa yang mereka perjuangkan. Seperti halnya semua jenis cerita, sangat, sangat jarang kisah asal-usul yang sempurna bisa dituliskan di halaman, tetapi ketika dilakukan, itu benar-benar tidak ada duanya. Kesalahan fatal Spider-Man mengajarinya bertanggung jawab, dan perjalanan Superman melintasi bintang menuju keluarga yang penuh kasih menangkap kehangatan rumahnya. Namun, tidak bahkan adaptasi terbaik mereka pun bisa menyamai asal-usul Batman yang nomor satu, “Year One.”
Kisah ikonik ini sepenuhnya mendefinisikan ulang Batman untuk era baru. Ini memodernisasi dan meletakkan dasar asal-usul Batman, melukis sebuah permadani kegelapan Gotham yang indah dan dengan sempurna menghubungkan Batman dan Gordon. Setiap cerita Batman modern bekerja di atas fondasi yang diletakkan “Year One.” Sekarang, DC membawa kembali unsur kunci dari kisah luar biasa ini dalam bentuk salah satu karakternya yang terbaik, Detective Flass. Mantan polisi yang tercoreng namanya ini sangat berperan dalam kisah dan korupsi Gotham, dan mulai sekarang, sebagai bagian dari Batman: Bad Seeds – Gotham Central #1, ia secara resmi kembali di Gotham.
Cermin Korup Kebejatan Gotham
Satu alasan mengapa “Year One” bekerja begitu baik adalah karena fokusnya pada membuat Kota Gotham terasa hidup. Ia menghabiskan banyak waktu untuk menarik kita ke dalam sumur kejahatan ini, dan tidak ada yang lebih baik menjadi jendela menuju hal itu daripada Detektif Flass. Ia adalah tentara sempurna bagi berbagai pihak korup, dari walikota hingga berbagai keluarga kejahatan. Flass adalah sosok berotot, egois yang senang menegakkan otoritas yang dibawa oleh lencana kepolisinya. Ia adalah tentara garis depan yang paling utama, representasi hidup dari setiap polisi korup dan sistem yang gagal yang membuat Gotham jatuh ke dalam keadaan rusak seperti itu.
Berulang kali, komik ini menggunakan Flass sebagai tangan kejahatan Gotham. Ia menyerang Jim, menjadi polisi pertama yang langsung dilumpuhkan Batman, dan menjadi suara penting dalam menjatuhkan keluarga kejahatan lewat kesaksiannya. Ia hanya tampil sesekali sejak itu, muncul satu kali di Batman: Legends of the Dark Knight Annual #2, di mana ia menculik James Jr. dan hampir membunuh Gordon, dan lagi di Batman: Dark Victory #3, di mana ia dibunuh oleh Hangman Killer. Kejatuhan Grasi Flass pun menunjukkan bagaimana kejahatan lama Gotham telah dilawan oleh Batman, tetapi sekarang, sebagai bagian dari peristiwa besar terbaru Batman, kembalinya Flass bisa menunjukkan mengapa kejahatan itu tidak mati selamanya.
Kembalinya Bentuk Lama dan Korupsi yang Berevolusi

Dalam Gotham Central #1, mantan polisi yang tercoreng namanya kini bekerja sebagai kepala TUCO milik Komisaris Vandal Savage, pasukan polisi militer pribadinya. Flass memimpin upaya mengorganisir GCPD untuk memburu para vigilante, menggunakan serangan Poison Ivy terhadap Gotham sebagai alasan untuk menindas kejahatan terkait topeng. Ia menjadi kehadiran yang membayang sepanjang cerita, memerintahkan seorang petugas untuk mengejar Anarky guna merebut kembali uang yang dicuri penjahat tersebut dari geng yang disukai Savage. Tentu saja, Gordon menolak untuk mendengarnya, tetapi yang benar-benar membuat Flass menarik adalah seberapa miripnya peran barunya dengan peran lamanya, dan mengapa hal itu penting bagi apa itu Gotham.
Sebelum Batman, Kota Gotham adalah sarang keluarga kejahatan dan mobster, sangat kuno, tetapi sekarang dipenuhi dengan supervillains dan makhluk abadi, semua berniat menjadikannya milik mereka. Flass yang bekerja untuk Savage adalah gambaran sempurna tentang bagaimana normalitas baru Gotham. Kota ini bisa memilih Poison Ivy, membiarkan Savage menguasai sepenuhnya kepolisian, dan membiarkan geng-geng supervillain mengontrol kehidupan sehari-hari mereka. Gotham tidak pernah kehilangan korupsi lamanya. Sebagai gantinya, kota ini berevolusi untuk dikuasai oleh para supervillains, dan sekarang, ia berevolusi lagi bagi para supervillains tersebut untuk memerintah seperti para mobster dulu, hanya dengan tangan besi yang jauh lebih tegas.
Flass adalah alat bicara yang korup milik Vandal Savage, menegakkan kehendaknya dengan menirukan seruan pimpinan dan menuntut ketaatan dari GCPD. Ia memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya, tetapi pada akhirnya, ia tetap hanya sebuah ekstensi dari korupsi Gotham. Savage dan Ivy adalah penjahat sesungguhnya di sini, tetapi Flass menegakkan kehendak mereka dengan loyalitasnya yang buta terhadap kekuasaan dan privilese. Flass adalah alat yang luar biasa untuk menunjukkan bagaimana kejahatan di Gotham benar-benar telah kembali ke lingkaran penuh. Kita sekarang memiliki supervillains yang bertindak sebagai mobster dan politisi korup, yang luar biasa dan waktu yang sempurna bagi Flass untuk membuat comeback-nya.
Apa pendapat Anda tentang membawa kembali Flass untuk peran barunya ini? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah!
Batman: Bad Seeds – Gotham Central #1 is on sale now!