in indian-occupied kashmir, there are mass graves of an estimated
8,000-10,000 unidentified men & boys, dragged from their homes &
never seen again. despite photos documenting their lives, the army
denies these men ever existed.
i.
ketika tentara datang, para pria menghilang
ketika para istrinya bertanya ke mana para pria pergi
mereka diberitahu bahwa para pria tidak ada.
para pria tidak pernah ada. mereka membayangkan
suami-suami mereka, sandal rapi di depan
pintu, sore-sore yang dihabiskan dengan hantu
di tepi sungai, roti terselip di keranjang.
pernikahan, dibayangkan oleh seluruh desa. setelah,
para wanita berjalan di tanah, telanjang kaki, mencari
sebuah batu yang mungkin memberitahu mereka di mana
suami mereka terbaring. mereka berbicara dalam bahasa
bumi, kesedihan mereka ditahan oleh jamur,
oleh setiap helai rumput kecil & serbuk menari,
rapuh. pernah, kau mencintaiku & kemudian kau diambil.
ii.
oh kekasih/ biarkan aku mengikutimu/ biarkan aku menaruh
mawar di tempatmu beristirahat/ biarkan aku menulis
epitafmu di tanah/ lembut/ jika kau kembali/
apakah kau melarikan diri ke pohon/ apakah kau melintasi
perbatasan/ apakah kau lupa/ apakah itu menyakitkan/
apakah kau takut/ bisakah kau menemukan kedamaian/ apakah ada cahaya
di mana kau sekarang/ bisa kah kau mencium
wangi melati/ apakah kau lari/ adakah seseorang di sampingmu/
apakah mereka menggenggam tanganmu/ apakah kau dipenjara/
apakah mereka memukulmu/ apakah kau pecah/ apakah itu dengan senapan/
apakah mereka membalikkanmu/ apakah kau menyebut namaku/
apakah kau menutup matamu/ apakah kau berani/ apakah itu penting/
iii.
tentara tidak berbicara kepada bumi.
mereka membukanya, logam & bor.
tanah menahan tubuh para pria,
para hantu, bumi mekar
nama-nama mereka melalui bunga liar, beraneka warna
& rapuh. tidak ada pria. hanya kisah
tentang dia. di sini, para pria menghilang. di sini,
para wanita menikahkan imajinasi mereka,
anak-anak mereka: keajaiban, kisah hantu yang selamat.
anak-anak mereka: menari dalam cahaya malam.
anak-anak mereka: memandangi hutan.
anak-anak mereka: setengah berbisik & setengah nyanyian burung.
____________________________

Excerpted from Daughter of the Mountains: poems of heartbreak & homecoming by Fatimah Asghar. Copyright © 2026. Available from One World, an imprint of Random House, a division of Penguin Random House, LLC.