5 Kisah Avengers yang Belum Kamu Baca, Namun Wajib Kamu Baca

Rizky Pratama on 16 September 2026

Para Avengers adalah salah satu superhero terhebat di alam semesta Marvel dan selalu siap berkumpul untuk melawan kejahatan. Para Earth’s Mightiest Heroes dan kisah-kisah mereka semakin populer berkat peran utama mereka dalam Marvel Cinematic Universe. Mengingat peran Avengers dalam Marvel Comics, banyak kisah terbesar mereka, termasuk “The Kree-Skrull War,” “Ultron: Unlimited,” “Korvac Saga,” dan Civil War, memiliki konsekuensi yang bertahan lama dan luas di alam semesta. Namun, meskipun kisah-kisah ini mendapatkan semua perhatian dari mayoritas pembaca, masih ada banyak alur Avengers besar lainnya yang sayangnya tidak terlalu terlihat.

Dari petualangan yang ringan hingga studi karakter yang menggugah, Avengers memiliki katalog luas alur cerita yang memikat namun terlupakan yang seharusnya dibaca oleh setiap penggemar setia.

5) Marvel Adventures The Avengers: Para Pahlawan Berkumpul

Tak semua alur cerita Avengers harus gelap dan memilukan; terkadang mereka bisa menjadi petualangan yang ringan. “Heroes Assembled” adalah volume pertama dari seri yang kurang dikenal Marvel Adventures The Avengers. Karena seri ini tidak kanonik dan ditujukan terutama untuk audiens yang lebih muda, banyak pembaca cenderung melewatkannya. Namun, itu akan menjadi kesalahan besar karena “Heroes Assembled” penuh dengan aksi hebat, pengembangan karakter, dan humor. Setiap komik menceritakan kisah satu bagian yang rapat, memungkinkan para Avengers untuk bertempur melawan banyak penjahat yang menakutkan, termasuk Baron Zemo, Loki, The Leader, dan Ultron. Daftar anggota Avengers terdiri dari Captain America, Iron Man, Hulk, Spider-Man, Wolverine, Storm, dan Giant Girl. Tidak pernah terlalu serius, seri ini memiliki komedi yang hebat. Jika Anda ingin rangkaian kisah yang sederhana namun seru dan lucu tentang Para Pahlawan Terhebat Bumi, maka Marvel Adventures The Avengers: Heroes Assembled sangat cocok untuk Anda.

4) Avengers: Infinity

Tidak perlu bingung dengan peristiwa Infinity besar pada 2013, Avengers: Infinity adalah miniseri empat bagian tahun 2000 yang melihat beberapa anggota Avengers yang kurang dikenal berpartisipasi dalam misi kosmik skala besar. Ketika sebuah koloni asing hancur, pahlawan antariksa Quasar memanggil para Avengers cadangan yaitu Thor, Photon, Tigra, Moondragon, dan Starfox untuk menyelidiki. Di lokasi bencana, para Avengers menemukan pahlawan Jack of Hearts, yang mengungkapkan koloni tersebut diserang oleh pasukan robot pemakan planet yang disebut Servitors. Jika itu belum cukup buruk, Servitors bekerja untuk entitas kosmik mahakuasa yang dikenal sebagai Infinities yang berusaha merombak seluruh multiverse dan menghancurkan banyak dunia. Bahkan di hadapi peluang yang mustahil ini, para Avengers yang kurang dikenal ini tetap menemukan keberanian untuk terlibat dalam misi antarbintang yang akan menentukan nasib realitas. Marvel selalu memiliki bakat untuk alur kosmik yang menggugah, dan Avengers: Infinity adalah salah satu yang paling kurang terlihat namun paling menarik.

3) “Avengers: No Surrender”

All-New, All-Different Marvel dimaksudkan sebagai babak baru bagi perusahaan, tetapi gagal karena alurnya yang sebagian besar lemah. Namun, satu kisah Avengers berhasil menonjol di atas mediokritas: “Avengers: No Surrender.” Dalam alur yang penuh aksi dan berfokus pada karakter ini, Bumi sendiri dicuri. Untuk menyelesaikan krisis ini, tidak satu, melainkan tiga inkarnasi Avengers harus berkumpul untuk menemukan dan menyelamatkan dunianya. Avengers, Avengers: Unity Division, dan U.S. Avengers segera menemukan diri mereka dalam permainan kosmik yang melibatkan Grandmaster yang licik, Challenger, serta Thanos dan Black Order-nya. Sepanjang perjalanan, tim-tim ini bertemu dengan seseorang bernama Voyager, yang mengklaim telah menjadi Avenger pendiri, meskipun tidak ada yang mengingatnya. “Avengers: No Surrender” termasuk salah satu alur cerita terbaik dalam beberapa tahun terakhir yang berfokus pada Earth’s Mightiest Heroes karena selain aksi yang hebat, kerja sama tim, dan perkembangan karakter, alur ini mengeksplorasi apa arti sejati menjadi seorang Avenger.

2) “On the Matter of Heroes”

Setelah melawan ancaman semesta yang dikenal sebagai Korvac, daftar anggota Avengers mengalami perluasan drastis hingga mencakup lebih dari selusin anggota, termasuk Guardians of the Galaxy. Sayangnya, situasi ini membawa Avengers menghadapi tantangan terbesarnya: birokrasi Amerika. “On the Matter of Heroes” menampilkan agen pemerintah dan sering menjadi duri di sisi komunitas pahlawan super, Henry Gyrich, yang menuntut Avengers mengurangi jumlahnya menjadi hanya tujuh orang. Pemerintah memilih Captain America, Iron Man, Vision, Wasp, Scarlet Witch, Falcon, dan Beast untuk mengisi daftar yang lebih kecil. Pemerintah memilih para pahlawan ini karena mereka percaya bahwa mereka adalah yang paling dapat diandalkan untuk mengakses berkas-berkas keamanan nasional. Apa yang terjadi selanjutnya adalah perdebatan yang intens mengenai politik, regulasi, dan seberapa besar pengaruh pemerintah terhadap para pahlawan super. Dalam banyak hal, “On the Matter of Heroes” dapat dilihat sebagai pendahulu bagi plot-plot lain tentang pemerintah vs. Avengers seperti Civil War dan Avengers: Armageddon.

1) “Assault on Olympus”

Musuh pertama para Avengers adalah Loki, jadi tidak mengherankan jika mereka bersedia menantang seluruh pantheon. Setelah serangan brutal di Mansion Avengers oleh Masters of Evil dalam arc ikonik “Under Siege”, “Assault on Olympus” menjadi kajian mendalam mengenai dampak dari bencana seperti itu. Banyak Avengers tertinggal cedera berat atau mengundurkan diri, dan Masters of Evil mencoba membunuh Hercules saat ia terbaring koma di rumah sakit akibat pertempuran. Jika keadaan tidak bisa lebih buruk bagi para Avengers, para Pahlawan Terhebat di Bumi akhirnya diserang oleh Zeus sendiri, yang menyalahkan para pahlawan atas kondisi putranya. Dipenuhi amarah, Zeus memerintahkan para dewa dan tentara Olympus untuk menghancurkan Avengers. “Assault on Olympus” sering terlupakan karena kedekatannya dengan “Under Siege,” namun penelitiannya tentang trauma, dukacita, balas dendam yang keliru, dan kemauan untuk tetap bertarung adalah bagian yang memicu pemikiran dan menginspirasi.

Rizky Pratama
Rizky Pratama
Nama saya Rizky Pratama, penulis dan pembaca setia yang tumbuh bersama buku sejak kecil. Saya percaya bahwa setiap cerita memiliki kekuatan untuk membuka wawasan baru dan menginspirasi hidup. Di Shinigami, saya menulis ulasan dan esai sastra untuk berbagi kecintaan saya pada dunia kata-kata.