One great poem to read today: Marie Howe’s “You Think This Happened Only Once and Long Ago”

Satu Puisi Hebat untuk Dibaca Hari Ini: “Kamu Pikir Ini Hanya Terjadi Sekali di Masa Lalu” oleh Marie Howe

Rizky Pratama on 27 April 2026

April ini menandai peringatan ke-30 National Poetry Month, yang diluncurkan oleh Academy of American Poets pada April 1996. Untuk merayakannya, staf Literary Hub akan merekomendasikan satu puisi hebat untuk dibaca setiap hari kerja bulan ini. Kami tidak mengklaim (kecuali saat kami melakukannya) bahwa puisi-puisi ini adalah puisi “terbaik” dalam kategori mana pun; mereka hanyalah puisi-puisi yang kami cintai. Satu hal lain yang mereka semua miliki adalah bahwa mereka tersedia untuk dibaca secara gratis online, sehingga Anda bisa menikmatinya bersama kami. Internet masih berguna untuk beberapa hal, bagaimanapun. Hari ini kami merekomendasikan:

Marie Howe’s “You Think This Happened Only Once and Long Ago”

Marie Howe adalah seseorang yang sering saya andalkan: jawaban tersembunyi dalam frasa-frasanya, meskipun saya melewatkannya pada perjalanan pertama. Jawaban-jawaban itu muncul ketika Anda membutuhkannya. Pertama-tama kata-kata itu muncul sebagai sebuah kalimat, kemudian sebagai puisi, lalu kemudian, saat mencuci piring dan mendengar frasa itu berputar di benak Anda, Anda menyadari bahwa Anda telah menemukan apa yang Anda cari. Judul puisi ini selalu melekat pada saya, bersaing untuk ruang di benak saya setiap kali ada sesuatu terjadi: baik itu kegembiraan, kesedihan, kehilangan, pengkhianatan. Anda pikir ini terjadi hanya satu kali, dan lama sekali? Seperti sebuah jimat, mengikat ke sini dan sekarang, ke masa kini dan ke ketidakmampuan waktu untuk ditembus, di mana momen ini, dayung ini mencelupkan diri ke dalam air di sebuah danau, sedang terjadi sekarang, bagi saya, bagi Anda, tetapi juga selalu, tetapi juga di mana-mana. Jika Anda bahagia, nikmatilah. Jika Anda berduka, ketahuilah ini adalah kisah tertua dalam buku. Entah bagaimana, puisi sederhana ini berbicara tentang apa artinya menjadi manusia: mencintai, merasakan kesatuan dengan alam semesta, dan juga memahami bahwa hidup berlalu, angin bergerak, dan kita semua berada di sini dalam momen singkat ini, berpikir kita akan hidup selamanya.

Baca puisi lengkapnya di sini.

(Atau beli bukunya.)

Rizky Pratama
Rizky Pratama
Nama saya Rizky Pratama, penulis dan pembaca setia yang tumbuh bersama buku sejak kecil. Saya percaya bahwa setiap cerita memiliki kekuatan untuk membuka wawasan baru dan menginspirasi hidup. Di Shinigami, saya menulis ulasan dan esai sastra untuk berbagi kecintaan saya pada dunia kata-kata.